CARA MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL DENGAN BIJAK
Bercermin dari berbagai kasus di media sosial, penggunanya harus berhati-hati. Jangan sampai media sosial menjadi “harimau” yang akan menerkam penggunanya. Jangan biarkan lenturnya jemari tangan membenamkan kita pada masalah yang tidak diinginkan di dunia maya. Jadi, tak ada salahnya berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Let’s Think before you write!
Berikut merupakan cara-cara menggunakan media sosial dengan bijak :
1. Filter Pertemanan
Hampir
semua media sosial memiliki fitur untuk menfilter siapa saja yang bisa berteman
dan mengikuti kita. Misalnya di Instagram, Anda bisa mengaktifkan mode akun
private. Hal ini akan membatasi Informasi yang dapat di akses publik tentang
diri Anda.
2. Pasang Foto
Profil Sewajarnya
Foto
adalah hal pertama yang akan di lihat orang lain, selain untuk mengidentifikasi
itu memang akun Anda, foto juga dapat menyebabkan orang lain bisa dengan mudah
menilai diri Anda. Misalnya ketika Anda memasang foto yang tidak enak di lihat,
lalu bayangkan apa yang ada dipikiran orang lain tentang foto tersebut.
Tidak
hanya foto profil, foto-foto yang Anda bagikan di media sosial juga akan
demikian. Bisa saja orang yang tak bertanggung jawab menyimpan foto Anda
tersebut, dan digunakan untuk hal-hal yang tidak baik.
3. Pikir Duhulu
sebelum Membuat Status
Hal
ini mungkin terlihat simple namun cukup berdampak bagi diri kita sendiri.
Kebanyakan dari kita seolah tak memikirkan lebih dulu apa yang hendak kita
tulis di status media sosial, atau bahasa kerena “asal ceplas-ceplos”. Bisa
saja kan status kamu dapat menyinggung bahkan menyakiti perasaan orang lain,
tentu hal ini tidak baik untuk kita lakukan.
Maka
sebelum membuat status, pikirkan terlebih dahulu “Apa yang hendak kamu tulis,
apa tujuannya, dan apa dampaknya”. Jangan sampe status kamu menjadi bumerang
kamu sendiri di kemudian hari.
4. Publish
Informasi Seadaanya, jangan Bersifat Pribadi
Memberikan
informasi tentang identitas diri dirasa tidak ada masalahnya. Namun akan
menjadi masalah jika kamu memberikan informasi yang bersifat sangat pribadi.
Seperti nomor telepon, alamat rumah, dan informasi penting lainnya.
Bukan
mengajarkan berpikiran negatif, namun bisa saja informasi penting tersebut
menjadi celah yang bisa di manfaatkan orang-orang yang tak bertanggung jawab
untuk berbuat kejahatan.
5. Bijak Membagikan
Konten
Kita
bisa menganggap bahwa semua yang ada di media sosial itu 100 persen adalah
konten, baik video, status, dan gambar, itu semua termasuk konten juga. Nah
dari hal itu, apakah kamu pernah membagikan konten orang lain di media sosial
milikmu ? jawabannnya mungkin pernah.
Jika
pernah. Mungkin Anda harus lebih bijak untuk membagikan konten-konten di media
sosial kedepannya. Karena jika Anda justru membagikan konten yang negatif,
misalnya, profaganda, SARA, rasis, makar, dan sebagainya. mungkin Anda akan
terlihat setuju, mendukung, atau mengakui tentang konten tersebut.
Daripada
membagikan konten-konten yang gak jelas, lebih baik kamu membagikan
konten-konten yang positif, misalnya konten yang bisa mendidik, atau konten
yang bisa menambah pengetahuan.
6. Bijak Memilih
Informasi Yang di Dapatkan
Banyak
sekali informasi yang akan kita dapat di media sosial. Dan tak menutup
kemungkinan. setengah dari informasi yang kita dapat adalah informasi yang
hoax. Maka dari itu, selektif lah untuk memilah-milah informasi di media
sosial. Jangan mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya.
7. Jangan Suka
Pamer
Salah
satu yang paling menyebalkan di media sosial adalah ketika kita melihat
seseorang membuat status yang terkesan mau pamer. Ya, sesekali pamer juga tidak
ada masalah, terkadang berbagi semua pencapaian dan prestasi dengan maksud bisa
memotivasi orang lain adalah salah satu hal yang positif juga.
Namun
hal positif itu mungkin bisa berubah menjadi negatif jika kata “pamer” itu
menimbulkan kesan merendahkan orang lain, terlihat sombong, dan terlihat paling
istimewa sendiri. Ya mungkin orang-orang itu dalam hidupnya sedikit sekali
mendapatkan sebuah “Pujian”, atau mungkin hidup mereka tak bahagia sehingga
mencari kebahagiaan di dunia “Virtual”.
Tak
perlu memaksakan diri mendapatkan pengakuan dari orang lain kok, karena orang
yang benar-benar tulus menyayangi Anda tak butuh semua pengakuan tersebut. Oleh
karena itu, hindarilah membuat status-status yang terkesan mau pamer.
8. Jangan
Oversharing/Spamming
Buatlah
kesan kepada teman-teman media sosial bahwa kamu bukanlah orang yang suka
“nyampah”. Walaupun kita semua berhak memposting apapun di media sosial, namun
kalo terlalu oversharing “setiap yang dilakukan harus dikatakan semua”, mungkin
hal itu tidaklah baik. Sebab akan membuat Anda jadi tidak menarik lagi di mata
orang lain. Jangan sampai Anda dicap sebagai orang “lebay”.
Dan
lagi, jangan berpikiran ketika melihat beranda sosmed seseorang yang terlihat
sepi seperti “kuburan” itu sama sekali tidak ada yang istimewa yang dapat
mereka bagikan. Karena bisa jadi kehidupan di dunia “nyata-nya” lebih bahagia
daripada dunia “virtual-nya”. So, hindari Oversharing dan Spamming.
9. Selalu Punya Etika
Saat Berinteraksi di Sosmed
Selanjutnya
adalah menjaga etika saat berinteraksi di media sosial. Diantara kita mungkin
sering memberikan komentar pada sebuah postingan di media sosial. Nah kalo iya,
usahakan komentar tersebut masih dalam koridor yang wajar. Hindari menyindir
dan hormati perasaan orang lain, kemudian, tidak usah mengeluarkan kata-kata
yang kasar, meskipun tak saling mengenal. Itu karena komentar kamu akan di
lihat oleh publik.
10. Interaksi
Seperlunya Saja
Batasi
interaksi di media sosial seperlunya saja, baik itu berkomentar, percakapan,
atau memberikan sebuah like. Hormati privacy orang lain, lebih baik kita “cukup
tahu saja” daripada membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Nah itu tadi merupakan cara-cara mengguanakan media sosial dengan bijak.
Semoga bermanfaat !









Komentar
Posting Komentar